Selamat Datang Di Blog Kami Semoga Bermanfaat


Showing posts with label Virus PC. Show all posts
Showing posts with label Virus PC. Show all posts

Wednesday, November 3, 2010

Jangan Terkecoh Video Seks Lindsay Lohan, ini Virus berupa Spam


Rabu, 3 November 2010 | 15:16 WIB

Lindsay Lohan

KOMPAS.com — Setelah heboh video McD, Facebook kini dijejali link atau tautan video seks Lindsay Lohan. Buat pengguna yang mupeng alias muka pengin pornografi, informasi tersebut pasti bikin penasaran. Bahkan, kalau perlu, Anda rela mengorbankan apa saja asal bisa melihat aksi telanjang selebriti terkenal itu.

Nah, kelengahan inilah yang dimanfaatkan pembuat virus tersebut. Metode yang dipakai sama persis dengan video McD. Informasi tautan video seks Lindsay Lohan disebar lewat fitur Event Invitation. Bentuk dan polanya pun sama, hanya namanya yang berbeda.

Pesan yang akan datang sebagai Event Invitation di Facebook ada bermacam judul, seperti "Lindsey Having Sex with HOT Girl", "This is Lindsey Lohan's Leaked Celebrity Sex Tape", "Lindsey Lohan Celebrity Sex Tape", "This is Lindsey Lohan's Leaked Sex Video", "Lindsay Lohan Just Leaked Sex Tape", dan "Lindsay Lohan Having a THREEWAY on Camera". Membaca judulnya memang sekilas langsung bikin mupeng.

Eits, tapi jangan terkecoh. Sekali Anda klik "allow" agar bisa menonton video tersebut, maka kegiatan Anda menonton video porno ini akan disebar ke semua teman. Malu dong, kecuali buat yang bermuka tebal dan enggak punya malu saat akun Anda secara otomatis menyebarkan Event Invitation yang sama kepada semua teman.

Sama seperti virus McD, kalau hanya mengeklik [Yes], [No], atau [Maybe], hal ini tidak akan menyerang akun Anda. Hanya, nama Anda muncul di dalam daftar aplikasi. Namun hebatnya, malah banyak pengguna Facebook yang menyukai aplikasi jahat ini, entah sadar atau tidak sadar mengeklik "like". Memang, ternyata banyak yang malah bangga bisa menonton video porno.

Soalnya, video seks tersebut memang benar-benar ada meski belum tentu Lindsay Lohan. Hasil penelusuran Vaksincom, salah satu penyedia solusi keamanan internet di Indonesia, video yang digunakan itu berasal dari salah satu situs porno alias video abal-abal atau palsu.

Nah, inilah yang perlu diperhatikan. Karena yang disebarkan video porno, tak seperti video McDonalds yang bisa ditonton oleh siapa pun, orangtua perlu waspada jangan sampai hal itu diakses anak-anak. Kalau perlu, ayo laporkan ramai-ramai ke Facebook agar aplikasi ini diblokir. Jangan malah klik "like" karena dengan memilih itu berarti Anda turut membesarkan pornografi. Mau kena pasal UU pornografi?
Namun, jika sudah terlanjut melihat videonya dan kena jebakan tersebut, tak ada kata terlambat untuk mengatasinya. Tentu etikanya Anda harus minta maaf secara terbuka ke teman-teman yang secara tidak sengaja dikirimi spam oleh Anda karena kelalaian Anda sendiri. Untuk membersihkannya dari akun Anda, ikuti langkah seperti membersihkan virus McD.

Penulis: WAH   |   
  

Tuesday, November 2, 2010

Virus McD Tak Mencuri "Password" Facebook

Senin, 1 November 2010 | 14:41 WIB
VAKSINCOM
Tampilan undangan penebar virus McD di Facebook.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak perlu khawatir kalau Anda menjadi salah satu korban video McD yang menyebar lewat undangan di Facebook baru-baru ini. Menurut Vaksincom, salah satu penyedia solusi keamanan internet di Indonesia, serangan atau eksploitasi tersebut tidak sampai mencuri password Anda. Namun, Anda patut waspada karena pembuat aplikasi tersebut bisa saja menyalahgunakan akun Anda untuk menyebarkan macam-macam informasi.

"Kemungkinan besar pembuat 'virus' atau aplikasi ini tidak melakukan pencurian identitas atau tidak dapat melakukan pencurian identitas dengan eksploitasi ini, tetapi aplikasi ini memang diperbolehkan oleh Facebook untuk mengirimkan pesan secara otomatis kepada seluruh kontak di Facebook," demikian kata Aa Tan, dari Vaksincom, dalam e-mail-nya, Sabtu (30/10/2010).

Hal ini tidak berarti rahasia password serta-merta diketahui oleh pembuat virus ini. Jadi kasus ini berbeda dengan kasus phishing (pemalsuan) situs Facebook yang memang bertujuan mencuri kredensial (username dan password Facebook). Hanya saja, pembuat malware ini merancangnya sedemikian rupa sehingga datang seakan-akan sebagai undangan event yang tersebar secara viral ke banyak orang. Tujuannya belum jelas apakah sekadar menjelek-jelekkan McD atau mengumpulkan korban untuk dimanfaatkan sewaktu-waktu.

Kelemahan orang
Sebelum kasus ini muncul di Facebook, sebelumnya pernah beredar modus yang hampir sama. Saat itu, yang beredar adalah link untuk menonton cuplikan video berjudul "Candid Camera Prank". Kalau dulu beredar lewat status, kali ini beredar lewat undangan (Event Invitation). Kalau dulu, saat link diklik, program jahat langsung melakukan instalasi aplikasi di akun Facebook secara otomatis tanpa perlu persetujuan pemilik akun sekalipun dan setelah itu melakukan posting pesan berisi link yang sama kepada seluruh kontak dari akun Facebook yang menjadi korbannya.

Modus inilah yang membuat Facebook mengubah aturan main instalasi aplikasi pihak ketiga. Agar program jahat makin susah menyusup, aplikasi pihak ketiga harus meminta izin kepada pengguna Facebook untuk melakukan instalasi. Mereka tetap dapat mengakses informasi apa saja, tetapi harus seizin pengguna Facebook.

Secara teknis sudah dihambat, rupanya pelaku jahat memanfaatkan kelengahan pengguna Facebook yang sulit diatasi hanya lewat pengaturan keamanan saat menyebarkan link video McD. Sebenarnya pengamanan yang dilakukan oleh Facebook sudah cukup baik, di mana setiap instalasi aplikasi pada akun Facebook harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pemilik akun dengan mengeklik "Allow". Namun, seperti biasa, para pengguna komputer umumnya memiliki prinsip hidup yang positif sekali sehingga kalau disuruh memilih mengeklik "Allow" atau "Not Allow", banyak yang akan mengeklik "Allow" tanpa melihat lagi apa yang bisa diakses aplikasi tersebut. Hal itulah yang menyebabkan eksploitasi ini dapat sukses menularkan dirinya.

Perlu menjadi catatan dan perhatian bagi para pengguna komputer, eksploitasi ini terjadi pada API Facebook dan bukan pada operational system (OS) komputer Anda. Artinya, terlepas dari apa pun OS yang Anda gunakan (Windows, Linux, Mac atau Free BSD), sejauh Anda menggunakan akun Facebook dan menyetujui ("Allow"), akun Facebook Anda akan terinfeksi oleh eksploitasi ini dan mengirimkan undangan event ke semua kontak Anda.

Jika Anda mengeklik link yang diberikan maka Anda akan dihantarkan pada situs konfirmasi Public Event. Sebenarnya jika Anda hanya melakukan klik pada "I'm Attending", "Maybe", atau "No", akun Anda tidak akan tereksploitasi karena tidak ada aplikasi yang diinstal. Namun, jika Anda mengeklik "Tiny URL" yang diberikan, Anda akan mendapatkan layar konfirmasi bahwa Anda harus login menggunakan HD Video Account.

Jika korbannya "tergiur" atas dua banner yang tampil yang mengatakan "Shocking McTruth", "You'll Never Believe This !!!" dan mengeklik [Login] baru akan ditampilkan layar konfirmasi instalasi aplikasi. Sekali Anda mengklik [Allow] maka aplikasi jahat (malware) akan aktif pada akun Anda dan mengirimkan Event Invitation ke semua kontak Anda.

Salah satu kunci keberhasilan eksploitasi malware ini adalah karena pembuatnya menggunakan video menarik untuk mengiming-imingi. Tak usah tertarik mengeklik karena isinya adalah hasil pengetesan kentang McDonald's yang dibandingkan dengan burger dan kentang goreng lainnya, di mana kesimpulan akhir dari video adalah semua makanan kecuali kentang McDonald's rusak dan berjamur setelah didiamkan selama beberapa hari atau minggu. Kentang McDonald's tidak mengalami penjamuran sama sekali dan diduga mengandung bahan yang berbahaya bagi manusia. Selain itu, link yang diberikan juga menggunakan video dengan judul "Super Size Me" yang membahas masalah obesitas di Amerika yang disebabkan oleh konsumsi fast food yang meningkat.

Video yang digunakan ternyata diunggah dengan sengaja di YouTube pada tanggal 22 Oktober 2010 oleh pengguna yang bernama MrGamesFree, sedangkan video asli ini sebenarnya diambil dari www.ebaumsworld.com yang diunggah pada bulan Juni 2007.

Penulis: WAH  

Virus McDonald di Facebook! seperti apa ?


Jumat, 29 Oktober 2010 | 17:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengguna Facebook di Indonesia hari ini dihebohkan undangan berisi link atau tautan beralamat di bit.ly untuk menonton video heboh mengenai McDonald. Judulnya banyak. Ada "The Truth Behind McDonald" dan "Shocking McDonald Video". Namun, bukan dapat video yang dimaksud, Facebook Anda malah menyebarkan undangan yang sama ke teman-teman dan mengotori inbox jika Anda mengkliknya.
Hati-hati. Semua itu hanyalah trik orang yang iseng untuk memanfaatkan akun Facebook Anda. Inilah bentuk virus baru di Facebook untuk mencuri data pribadi penggunanya. Jika pelakunya jahat, maka bukan tidak mungkin akun Anda dipakai untuk bermacam penipuan lewat Facebook.
Kalau ditelusuri, Graham Cluley dari perusahaan keamanan internet dan komputer Sophos telah mengingatkan bahwa penyebaran virus ini sudah berlangsung sejak Agustus 2010. Menurutnya, penyebar virus memang selalu mengubah judul, tetapi semuanya terkait McD. Walau begitu, judul tersebut bisa saja diganti dengan judul menarik apa pun. Facebook pun sudah dihubungi untuk mencegah penyebaran. Namun, virus itu rupanya masih bisa bocor hingga ke pengguna Indonesia.
Bagaimana sang pelaku mencuri data Facebook Anda? Begini cara kerjanya. Undangan tersebut menyertakan tautan ke alamat situs dengan iming-iming video berisi informasi aneh tentang McDonald. Begitu tautan tersebut diklik, akan muncul aplikasi Facebook dengan nama "Worst McD's Customer". Untuk dapat membuka video, halaman tersebut meminta izin Anda untuk mengakses identitas, posting di wall, akses data kapan saja, akses ke informasi kontak, bahkan mengatur halaman di Facebook.
Jika pilihan allow yang diklik, boro-boro dapat video yang diharapkan. Aplikasi tersebut malah secara otomatis mengirimkan undangan yang sama ke semua teman Anda. Bayangkan kalau semua yang diizinkan pengguna dimanfaatkan pelaku. Halaman Facebook Anda bakal diacak-acak.
Jadi, kalau dapat undangan dengan judul terkait McD dan sejenisnya, abaikan saja. Kalau ragu-ragu, cek informasi apa saja yang mereka ingin akses. Jika berlebihan, maka tinggalkan tautan tersebut. Jangan gadaikan keinginan Anda melihat video aneh-aneh dengan mengorbankan semua akses ke akun Facebook Anda ke orang lain.
Nah, lalu bagaimana kalau Anda telanjur terkena jebakan tersebut? Tenang saja, masih ada cara untuk mengobatinya. Menurut Cluley, hapus semua referensi yang mengarah ke tautan tersebut, baik di status maupun setting aplikasi. Pastikan tidak ada bagian Facebook Anda yang mengarahkan ke tautan tersebut.

Penulis: WAH 

Tips Membersihkan Virus McD di Facebook




Senin, 1 November 2010 | 15:36 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah terlanjur mengeklik video McDonalds di Facebook yang ternyata virus iseng? Jangan khawatir. Akun Anda dipastikan aman karena virus tersebut tidak mencuri password.

Tapi, bukan berarti akun Facebook Anda aman dari ulah iseng pembuat virus. Pasalnya, begitu aplikasi jahat tersebut masuk akun Anda, ia bisa melakukan apa saja yang bisa membuat repot. Bukankah saat akan menonton video heboh soal McDonalds, Anda sudah rela memberikan akses kepada aplikasi tersebut untuk memprosting apa saja di wall Anda dan mengirim apapun ke semua teman Anda? Begitu Anda mengeklik allow saat itu, virus bekerja dan secara tidak sengaja Anda telah menyampah di inbox semua teman dengan undangan berisi link yang sama karena ulah virus iseng tersebut.

Nah, sebelum pelaku pembuat virus tersebut berulah lagi, bisa apa saja yang dilakukannya dari mengirim iklan spam sampai mungkin sumpah serapah dan link gambar porno, buruan bersihkan virus tersebut dari akun Facebook Anda. Bagaimana caranya? Ikuti kiat dari Vaksincom, penyedia solusi keamanan, di bawah ini (lihat gambar sebagai panduan).

1. Klik [Account] [Privacy Settings] Anda akan membuka menu "Choose Your Privacy Settings"

2. Klik [Edit your settings] dari menu "Applications and Websites" di pojok kiri bawah untuk membuka menu "Choose Your Privacy Settings > Applications, Games and Websites

3. Klik [Remove unwanted or spammy applications] untuk membuka layar "Applications, Games and Websites > Applications You Use dak klik tanda "X" di sebelah "Edit Settings"

4. Anda akan mendapatkan layar konfirmasi Remove, klik tombol [Remove] untuk menghapus program HD Video Player

Penulis: WAH | Sumber :Vaksincom

Monday, October 4, 2010

Mengenal Virus PC Stuxnet

Kompas
Kompas - Selasa, 5 Oktober

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah virus komputer yang dirancang untuk menyerang sistem industri muncul secara luas. Fasilitas nuklir di Iran diduga salah satu target serangan virus tersebut. Hal tersebut mengindikasikan adanya campur tangan suatu negara atau lembaga berdana besar untuk menyusup sistem keamanan nasional negara lain.

Stuxnet disebut-sebut para pakar keamanan sebagai bentuk senjata cyber yang menjadi sarana terorisme di dunia maya. Serangannya tidak hanya mencuri informasi di komputer korban, namun mengambil alih sistem kontrol berbasis mesin.

Sampai saat ini belum diketahui siapa di balik Stuxnet ini. Berikut adalah beberapa informasi mengenai sepak terjang Stuxnet.

Bagaimana Stuxnet Bekerja?

- Virus itu adalah perangkat lunak berbahaya, atau malware, yang umumnya menyerang sistem kontrol industri yang dibuat oleh perusahaan Jerman, Siemens. Para ahli mengatakan virus tersebut dapat digunakan untuk mata-mata atau sabotase. - Siemens mengatakan malware menyebar melalui perangkat memori USB thumb drive yang terinfeksi, memanfaatkan kerentanan dalam sistem operasi Windows Microsoft Corp. - Program serangan perangkat lunak Malware melalui Sistem Supervisory Control and Data Acquisition, atau SCADA. Sistem itu digunakan untuk memonitor pembangkit listrik secara otomatis - dari fasilitas makanannya dan kimia untuk pembangkit listrik. - Analis mengatakan para penyerang akan menyebarkan Stuxnet melalui thumb drive karena banyak sistem SCADA tidak terhubung ke Internet, tetapi memiliki port USB. - Sekali saja worm menginfeksi sebuah sistem, dengan cepat dan membentuk komunikasi dengan komputer server penyerang sehingga dapat digunakan untuk mencuri data perusahaan atau mengendalikan sistem SCADA, kata Randy Abrams, seorang peneliti dengan ESET, sebuah perusahaan keamanan swasta yang telah mempelajari Stuxnet.

Siapa Penciptanya?

- Siemens, Microsoft dan para ahli keamanan telah mempelajari worm dan belum menentukan siapa yang membuatnya. - Mikka Hypponen, seorang kepala penelitian pada perusahaan perangkat lunak keamanan F-Secure di Finlandia percaya itu adalah serangan yang disponsori oleh suatu negara. Stuxnet sangat kompleks dan "jelas dilakukan oleh kelompok dengan dukungan teknologi dan keuangan yang serius." - Ralph Langner, ahli cyber Jerman mengatakan serangan dilakukan oleh pakar yang berkualifikasi tinggi, mungkin negara bangsa. "Ini bukan peretas yang duduk di ruang bawah rumah orang tuanya. Pada website-nya, www.langner.com /en/index.htm, Langner mengatakan penyelidikan akhirnya "fokus" pada penyerang. "Para penyerang harus tahu ini. Kesimpulan saya adalah, mereka tidak peduli, mereka tidak takut masuk penjara."

Di Mana Disebarkan?

Sebuah studi tentang penyebaran Stuxnet oleh teknologi perusahaan AS Symnatec menunjukkan bahwa negara-negara yang terkena dampak utama pada 6 Agustus adalah Iran dengan 62.867 komputer yang terinfeksi, Indonesia dengan 13.336, India dengan 6.552, Amerika Serikat dengan 2913, Australia dengan 2.436, Inggris dengan 1.038, Malaysia dengann 1.013 dan Pakistan dengan 993. Laporan ini terus berubah seiring penyebarannya.

Laporan Pertama

- Perusahaan Belarusia Virusblokada adalah yang pertama mengidentifikasi virus itu pada pertengahan Juni. Direktur Komersial, Gennady Reznikov kepada Reuters perusahaan memiliki dealer di Iran, dan salah satu klien dealer komputernya sudah terinfeksi virus yang ternyata Stuxnet. Reznikov mengatakan Virusblokada sendiri sudah tidak ada hubungannya dengan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr. - Menurut juru bicara Siemens, Michael Krampe, Siemens telah mengidentifikasi 15 pelanggan yang menemukan Stuxnet pada sistem mereka, dan "masing-masing mampu mendeteksi dan menghapus virus tanpa membahayakan operasi mereka."
Source by: yahoo

lwk

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...